📰 Artikel

5 Film Teen Romance Terbaik yang Bikin Kamu Percaya Lagi Sama Cinta

7 Sep 2026 · oleh Anindya Prameswari
5 Film Teen Romance Terbaik yang Bikin Kamu Percaya Lagi Sama Cinta
5 Film Teen Romance Terbaik yang Bikin Kamu Percaya Lagi Sama Cinta

Dari cinta pura-pura yang berubah nyata hingga romansa penuh luka, lima film ini menawarkan cerita manis dan emosional yang sulit dilupakan.

nontongratis punya lima rekomendasi film teen romance untuk kamu yang sedang ingin menikmati cerita cinta manis, rumit, sekaligus penuh emosi. Genre romance memang punya cara sederhana untuk membuat penonton ikut tersenyum, kesal, bahkan menangis bersama karakternya. Lima film berikut menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari surat cinta rahasia, pernikahan pura-pura, cinta di Oxford, hubungan dengan tetangga misterius, sampai romansa kampus yang penuh konflik.

Daftar ini saya urutkan dengan mempertimbangkan rating IMDb, tanggapan kritikus Rotten Tomatoes, serta kekuatan ceritanya sebagai tontonan romance. Jadi, kalau kamu bingung harus mulai dari mana, cukup ikuti urutan berikut dari peringkat pertama.

1. To All the Boys I've Loved Before

Peringkat pertama jatuh kepada To All the Boys I've Loved Before. Film rilisan 2018 ini menjadi salah satu teen romance Netflix yang paling mudah dicintai. Ceritanya mengikuti Lara Jean Covey, seorang remaja yang terbiasa menuliskan surat cinta kepada setiap laki-laki yang pernah ia sukai tanpa berniat mengirimkannya.

Masalah muncul ketika seluruh surat rahasia tersebut tiba-tiba sampai kepada para penerimanya. Kehidupan cinta Lara Jean langsung berubah kacau. Salah satu penerimanya adalah Peter Kavinsky, cowok populer di sekolah yang kemudian mengajaknya menjalani hubungan pura-pura. Kesepakatan yang awalnya hanya menguntungkan keduanya perlahan berubah ketika perasaan sungguhan mulai muncul.

Kekuatan film ini terletak pada chemistry Lana Condor dan Noah Centineo. Ceritanya ringan tanpa kehilangan sisi emosional. Lara Jean juga terasa dekat dengan banyak penonton karena ia bukan karakter yang langsung berani mengejar cinta. Ia justru harus belajar keluar dari zona nyaman dan menerima bahwa mencintai seseorang selalu membawa risiko.

Dengan rating IMDb sekitar 7,0/10 dan Tomatometer 96 persen, film ini paling unggul di antara lima pilihan dalam daftar. Rotten Tomatoes juga menyoroti karakter yang relatable dan pesona para pemain sebagai kekuatan utamanya.

2. Purple Hearts

Kalau kamu lebih suka romance dengan konflik yang lebih dewasa, pilihan berikutnya adalah Purple Hearts. Film ini mempertemukan Cassie, seorang penyanyi dan penulis lagu yang sedang berjuang secara finansial, dengan Luke, anggota Marinir yang juga membawa berbagai masalah dari masa lalunya.

Keduanya memiliki pandangan hidup yang sangat berbeda. Namun kebutuhan masing-masing membuat mereka sepakat menjalani pernikahan yang pada awalnya hanya bertujuan memperoleh keuntungan tertentu. Hubungan tersebut seharusnya sederhana: menikah, berpura-pura menjadi pasangan, lalu melanjutkan kehidupan masing-masing.

Kenyataannya menjadi jauh lebih rumit. Ketika sebuah tragedi mengubah keadaan, batas antara hubungan pura-pura dan perasaan sebenarnya semakin kabur. Sofia Carson dan Nicholas Galitzine membawa hubungan Cassie dan Luke melalui pertengkaran, perbedaan prinsip, rasa khawatir, hingga akhirnya kedekatan emosional.

IMDb memberi film ini rating sekitar 6,7/10. Meski respons kritikus Rotten Tomatoes lebih terbagi, respons penonton jauh lebih hangat. Film ini cocok bagi kamu yang suka formula fake relationship dan opposites attract dengan sentuhan musik.

3. My Oxford Year

Berada di urutan ketiga, My Oxford Year membawa romance ke lingkungan Universitas Oxford yang klasik dan romantis. Film ini mengikuti Anna, perempuan muda Amerika yang datang ke Oxford untuk mewujudkan mimpi yang sudah lama ia rencanakan.

Anna merasa masa depannya telah tersusun rapi. Semua mulai berubah setelah ia bertemu Jamie, pria lokal yang cerdas, menyenangkan, dan perlahan masuk ke dalam kehidupannya. Hubungan mereka berkembang dari pertemuan sederhana menjadi sesuatu yang membuat Anna mempertanyakan rencana hidup yang selama ini ia anggap pasti.

Sofia Carson beradu peran dengan Corey Mylchreest dalam film berdurasi sekitar 112 menit ini. Jangan tertipu oleh pemandangan Oxford yang cantik dan nuansa rom-com pada awal cerita. Semakin jauh film berjalan, semakin terasa sisi dramatis dan emosionalnya.

IMDb mencatat ratingnya sekitar 5,9/10. Kritikus memang memberikan respons beragam, tetapi film ini tetap menarik untuk penonton yang menyukai kisah cinta dengan suasana Eropa, kehidupan kampus, dan pertanyaan tentang memilih antara rencana masa depan atau menikmati kehidupan yang sedang berlangsung.

4. Through My Window

Selanjutnya ada film Spanyol Through My Window. Kisahnya berpusat pada Raquel yang sejak lama menyukai tetangganya, Ares Hidalgo. Lucunya, hubungan mereka mulai berkembang dari sesuatu yang sangat sederhana: persoalan password Wi-Fi.

Raquel awalnya hanya memperhatikan Ares dari jauh. Namun setelah keduanya mulai berinteraksi, ketertarikan yang selama ini hanya hidup dalam imajinasi Raquel berubah menjadi hubungan nyata. Persoalan muncul karena keluarga Ares memiliki rencana tersendiri mengenai kehidupannya dan tidak begitu mudah menerima hubungan tersebut.

Clara Galle dan Julio Peña menjadi pusat cerita dengan chemistry yang intens. Film ini mendapat rating IMDb sekitar 5,5/10, tetapi popularitasnya cukup besar hingga menghasilkan kelanjutan cerita. Dibanding tiga film sebelumnya, nuansanya lebih panas dan melodramatis.

Kalau kamu suka kisah girl next door, keluarga kaya, cinta terlarang, serta hubungan yang bergerak antara manis dan penuh konflik, Through My Window layak masuk daftar tontonan akhir pekan.

5. After

Terakhir ada After, film yang memulai franchise romance populer berdasarkan novel karya Anna Todd. Ceritanya mengikuti Tessa Young, mahasiswa baru yang selama ini menjalani kehidupan teratur dan memiliki hubungan stabil dengan kekasihnya.

Semuanya berubah ketika Tessa bertemu Hardin Scott. Hardin misterius, emosional, dan memiliki kepribadian yang sangat berbeda dengan kehidupan yang biasa Tessa jalani. Ketertarikan keduanya berkembang dengan cepat, tetapi hubungan mereka juga dipenuhi rahasia, pertengkaran, dan keputusan impulsif.

Josephine Langford dan Hero Fiennes Tiffin menjadi pasangan utama franchise ini. Rating IMDb film pertama berada di kisaran 5,3/10 dan Tomatometer sekitar 18 persen. Nilai kritikus memang paling rendah dalam daftar ini, tetapi popularitasnya di kalangan penggemar romance membuat cerita Tessa dan Hardin berkembang menjadi beberapa film lanjutan.

After cocok untuk penonton yang tidak mencari hubungan sempurna. Filmnya justru menawarkan romance yang berantakan, penuh tarik-ulur, dan kadang membuat penonton kesal dengan keputusan kedua karakter.

Mana Film Romance yang Paling Cocok Buat Kamu?

Kalau kamu ingin cerita ringan dan manis, To All the Boys I've Loved Before menjadi pilihan paling aman untuk memulai. Untuk kisah cinta dengan konflik lebih emosional, Purple Hearts dan My Oxford Year punya pendekatan yang berbeda. Sementara Through My Window dan After cocok untuk kamu yang menikmati romance lebih intens dan penuh drama.

Lima film tersebut mungkin memiliki gaya cerita yang berbeda, tetapi semuanya membawa tema serupa: cinta jarang datang sesuai rencana. Kadang hubungan bermula dari surat yang seharusnya tak terkirim, pernikahan pura-pura, pertemuan di kampus, tetangga yang diam-diam disukai, atau seseorang yang sama sekali bertolak belakang dengan kita.

Jadi, kalau akhir pekan ini kamu sedang ingin tertawa, baper, atau sekadar menikmati cerita yang membuat hati sedikit lebih hangat, lima film teen romance ini bisa menjadi teman maraton yang tepat. Siapkan camilan, pilih film sesuai mood, lalu lihat apakah setelah selesai menonton kamu benar-benar percaya lagi sama cinta.

← Semua berita