📰 Artikel

Cliff Booth Kembali, Brad Pitt Jadi Pengurus Masalah Hollywood

4 Nov 2026 · oleh Anindya Prameswari
Cliff Booth Kembali, Brad Pitt Jadi Pengurus Masalah Hollywood

Cliff Booth punya kemampuan yang tidak semuanya bisa ditulis dengan nyaman di daftar riwayat pekerjaan. Ia bisa menjadi pemeran pengganti, bekerja di bar, sampai mengurus persoalan orang-orang Hollywood yang terlalu berantakan untuk diselesaikan lewat percakapan biasa. Kemampuan terakhir itulah yang kini membawanya ke petualangan baru.

Brad Pitt kembali memainkan karakter tersebut dalam The Further Mis-Adventures of Cliff Booth. Netflix memperkenalkan poster dan video promosi baru pada 2 November 2026, menjelang penayangan bioskop bulan ini. Sehari kemudian, pemberitaan tentang keterlibatan Trent Reznor dan Atticus Ross sebagai penggarap musiknya ikut menambah perhatian terhadap proyek tersebut.

Yang membuat film ini berbeda adalah perpaduan orang-orang di belakangnya. Quentin Tarantino masih menulis ceritanya, tetapi kursi sutradara sekarang ditempati David Fincher. Cliff tetap orang yang sama, sementara cara penonton mengikuti kehidupannya akan berada di tangan pembuat film yang berbeda.

Hollywood Sudah Berubah, Cliff Mencari Pekerjaan Baru

Cerita berlangsung pada 1977, delapan tahun setelah kejadian dalam Once Upon a Time... in Hollywood. Menurut sinopsis resmi Netflix, Cliff kini mencari penghasilan sebagai bartender dan operator proyektor bioskop. Di sela pekerjaan tersebut, ia juga menerima tugas membereskan persoalan orang-orang di industri hiburan.

Istilah yang digunakan adalah fixer: seseorang yang dipanggil ketika ada masalah yang perlu diselesaikan, kadang melalui cara yang tidak sepenuhnya berada di jalur hukum. Dunia film mungkin tidak lagi membutuhkan jasanya sebagai stuntman seperti dahulu, tetapi orang-orang di dalamnya tetap mempunyai banyak urusan yang ingin dibereskan.

Dari titik itu, filmnya bergerak ke cerita kriminal. Cliff berhadapan dengan ambisi, pemerasan, dan orang-orang yang mempunyai kepentingan sendiri. Keahliannya menjadi berguna justru ketika keadaan tidak bisa ditangani secara terbuka.

Elizabeth Debicki Membawa Cliff ke Lingkaran Baru

Petualangan berikutnya bermula dari panggilan agen bakat Karen Crosby, yang diperankan Elizabeth Debicki. Ia menghubungi Cliff untuk kepentingan kliennya, bintang televisi Charlie Peters yang dimainkan Scott Caan. Charlie dikenal sebagai aktor yang melakukan adegan berbahayanya sendiri.

Di lingkungan Charlie, Cliff bertemu Toni, istrinya yang diperankan Carla Gugino, serta Roderick “Hot Rod” Harrison, mantan juara sepak bola Amerika yang beralih menjadi bintang layar. Yahya Abdul-Mateen II memainkan karakter terakhir tersebut.

Ada pula kakak-beradik Verdusco yang diperankan Matt Groove dan JB Tadena. Kehadiran mereka memperluas persoalan di sekitar Cliff, sehingga pekerjaannya tidak berhenti pada menghadapi satu klien yang merepotkan.

Tarantino Menulis, Fincher Mencari Jalan Masuknya Sendiri

Dalam wawancara Netflix Tudum yang diterbitkan pada 21 Oktober, Tarantino menceritakan bahwa Brad Pitt mengusulkan Fincher sebagai sutradara. Tarantino menyambut gagasan itu dengan antusias. Jadi, pergantian kursi sutradara bukan berarti hubungan film ini dengan penulis karakter aslinya terputus.

Fincher kemudian menjelaskan bagaimana ia mencari pendekatannya. Saat syuting, ia teringat pada Shampoo, film tahun 1975 yang juga memperlihatkan kehidupan dan hubungan orang-orang di Los Angeles. Ketertarikannya berada pada lingkungan yang mempertemukan pekerja hiburan dengan ego, keinginan, dan persoalan masing-masing.

Ia melihat proyek ini sebagai cerita tentang Los Angeles, bukan hanya tentang stuntman atau proses pembuatan film. Penjelasan tersebut memberi gambaran bahwa kota dan orang-orang yang ditemui Cliff akan mempunyai peran besar dalam membentuk petualangannya.

Reznor dan Ross Kembali Menggarap Musik Fincher

Poster terbaru mengonfirmasi keterlibatan Trent Reznor dan Atticus Ross sebagai penggarap musik. Variety pada 3 November mencatat bahwa film ini menjadi kolaborasi keenam mereka dengan Fincher dalam film panjang.

Hubungan tersebut dimulai melalui The Social Network pada 2010, yang membawa keduanya memenangi Oscar untuk musik orisinal. Mereka kemudian melanjutkan kerja sama dalam The Girl with the Dragon Tattoo, Gone Girl, Mank, dan The Killer.

Untuk Cliff Booth, kehadiran mereka menambah alasan memperhatikan unsur suara, bukan hanya wajah pemain atau penampilan Hollywood era 1970-an. Namun, nama komposer belum cukup untuk memastikan seperti apa keseluruhan musiknya akan terdengar. Hasil kolaborasinya tetap perlu dinilai ketika film lengkapnya hadir.

Musik bisa membuat sebuah percakapan terasa santai, mencurigakan, atau seperti menunggu sesuatu yang buruk terjadi. Dalam cerita tentang orang-orang yang menyimpan kepentingan berbeda, perubahan suasana semacam itu berpotensi menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.

Karakter yang Pernah Membawa Brad Pitt Meraih Oscar

Cliff pertama kali muncul dalam Once Upon a Time... in Hollywood, film Tarantino tahun 2019. Ceritanya mengikuti Rick Dalton, bintang televisi yang diperankan Leonardo DiCaprio, bersama Cliff sebagai pemeran pengganti sekaligus rekan lamanya di Los Angeles 1969.

Penampilan Pitt dalam film tersebut memenangkan Oscar Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada 2020. Kembalinya Cliff karena itu bukan hanya menghidupkan nama yang dikenal penonton, tetapi juga melanjutkan salah satu peran penting dalam karier Pitt.

Menonton kembali film sebelumnya bisa membantu menyegarkan ingatan tentang kebiasaan Cliff dan hubungannya dengan dunia hiburan. Namun, cerita baru ini menawarkan lingkungan serta pekerjaan berbeda, bukan sekadar mengulang perjalanan Rick dan Cliff dengan latar yang sama.

IMAX pada November, Netflix Menyusul Desember

Netflix menetapkan penayangan khusus IMAX mulai 25 November 2026 selama dua minggu. Setelah periode bioskop tersebut, filmnya dijadwalkan masuk Netflix pada 23 Desember 2026.

Dua tanggal itu perlu dibedakan. Filmnya tidak langsung tersedia untuk streaming pada hari pembukaan IMAX. Periode penayangan bioskop selama dua minggu juga bukan berarti debut Netflix berlangsung tepat dua minggu setelah 25 November.

Penjualan tiket sudah mulai dibuka di sejumlah lokasi. BFI IMAX di London, misalnya, mengumumkan pembukaan pemesanan pada 2 November. Informasi itu menunjukkan persiapan penayangan sudah berjalan, tetapi tidak otomatis memastikan jadwal setiap bioskop di negara lain.

Jadwal Indonesia Masih Perlu Mengikuti Pengumuman Lokal

Untuk Indonesia, lokasi dan jam penayangan IMAX belum berhasil dikonfirmasi melalui jaringan bioskop resmi dalam penelusuran ini. Jadwal global sebaiknya tidak langsung dianggap berarti seluruh layar IMAX Indonesia akan memutar filmnya pada tanggal yang sama.

Halaman katalog Netflix Indonesia juga belum dapat diperiksa untuk memastikan detail lokal, termasuk pilihan subtitle. Tanggal 23 Desember merupakan jadwal streaming yang diumumkan Netflix, bukan keterangan bahwa filmnya sudah bisa diputar sekarang.

Cliff Booth kembali dengan pekerjaan yang terdengar sederhana: menyelesaikan masalah. Yang membuatnya menarik, ia justru bergerak di lingkungan yang terus menghasilkan persoalan baru. Kini tinggal menunggu bagaimana tulisan Tarantino, arahan Fincher, dan penampilan Pitt mengubah pekerjaan itu menjadi perjalanan yang layak diikuti.

← Semua berita