📰 Artikel

Dokumenter Matthew Perry, Mengenal Sosok di Balik Chandler

27 Oct 2026 · oleh Anindya Prameswari
Dokumenter Matthew Perry, Mengenal Sosok di Balik Chandler

Bagi sebagian penggemar Friends, Matthew Perry mungkin terasa seperti seseorang yang sudah lama dikenal. Wajahnya muncul dalam episode yang diputar ulang, lelucon Chandler masih diingat, dan caranya menyampaikan kalimat sederhana bisa langsung mengundang tawa. Namun, mengenal karakter yang ia mainkan tentu berbeda dengan mengenal orang yang pulang setelah kamera dimatikan.

Perbedaan itulah yang menjadi pusat The One About Matthew Perry. Netflix menjadwalkan dokumenter tiga bagian ini pada 27 Oktober 2026, sehari sebelum peringatan tiga tahun meninggalnya Perry. Mary Robertson menyutradarai proyek yang mendekati sang aktor melalui orang-orang yang pernah berbagi kehidupan dengannya.

Menjelang perilisan, adiknya, Mia Perry Bowick, kembali membicarakan hubungan mereka dalam penampilan di TODAY pada 26 Oktober. Dari percakapan tersebut, gambaran Perry terasa lebih dekat: bukan hanya pemeran sitkom terkenal, melainkan kakak yang menjadi tempat bercerita dan masih sangat dirindukan keluarganya.

Mia Mengenang Kakaknya, Bukan Sekadar Bintang Televisi

Mia menjadi salah satu suara utama dalam dokumenter ini. Dalam penjelasan yang menyertai pengumuman Netflix, ia mengatakan membutuhkan waktu sebelum siap membagikan kenangan tentang kakaknya. Ia ingin Perry dilihat sebagai manusia yang utuh, bukan hanya Chandler atau seseorang yang pernah menghadapi kecanduan.

Ketika tampil di TODAY bersama Robertson, Mia membicarakan kebiasaannya masih berbicara kepada sang kakak meskipun ia sudah tidak ada. Yang paling ia rindukan justru sangat sederhana: bisa memeluknya setelah mereka selesai mengobrol. Kenangan seperti itu membawa percakapan menjauh dari citra selebritas dan kembali ke hubungan keluarga.

Sudut pandang ini memberi alasan untuk mengikuti dokumenternya, bahkan bagi penonton yang sudah mengenal banyak kisah tentang Perry. Ada perbedaan antara mengetahui daftar pekerjaan seseorang dan mendengar bagaimana kehadirannya dirasakan oleh orang terdekat. Hal-hal kecil yang tidak pernah menjadi berita bisa mempunyai arti paling besar bagi mereka.

Foto dan Video Keluarga Membuka Ruang yang Lebih Pribadi

Dokumenter ini menggunakan foto serta video yang sebelumnya belum dipublikasikan dari arsip keluarga Perry. Materi tersebut dipadukan dengan wawancara baru untuk mengikuti perjalanannya, dari masa ketika ia masih membangun karier sampai menjadi wajah yang dikenal luas melalui Friends.

Mary Robertson mengarahkan serial ini sekaligus menjadi produser eksekutif melalui Maxine Productions, bagian dari Sony Pictures Television. Riwayat pekerjaannya mencakup Quiet on Set dan Framing Britney Spears, proyek yang juga membahas hubungan antara kehidupan seseorang dan citra publiknya.

Arsip pribadi menawarkan sesuatu yang berbeda dari cuplikan wawancara promosi. Di sana, seseorang tidak selalu sedang berusaha menjelaskan atau menjual pekerjaannya. Bagi dokumenter biografi, perbedaan suasana itu bisa membantu penonton melihat jarak antara figur yang tampil di depan umum dan kehidupan yang berlangsung di sekelilingnya.

Ada Cerita tentang Audisi Friends dan Lahirnya Chandler

Friends tetap mendapat tempat penting dalam pembahasan. Dokumenter ini menghadirkan Warren Littlefield, mantan pimpinan NBC, serta Jeff Strauss, penulis pada musim pertama serial tersebut. Keduanya membawa kesaksian mengenai audisi Perry dan perkembangan karakter Chandler Bing.

Sahabat lama Perry, David Pressman dan Roger Castillo, juga ikut berbagi cerita. Sejumlah mantan pasangan serta rekan kerjanya menjadi bagian dari wawancara, memperluas gambaran kehidupan yang tidak hanya berpusat pada satu serial televisi.

Untuk penggemar, cerita mengenai audisi itu bisa menjadi bagian yang menarik. Karakter yang kemudian terasa begitu melekat dengan seorang aktor pernah berada dalam tahap pencarian: siapa yang cocok memainkannya, bagaimana humornya bekerja, dan apa yang membuat penampilannya berbeda.

Namun, mengetahui proses terbentuknya Chandler bukan berarti seluruh dokumenter hanya berisi nostalgia Friends. Kisah pekerjaannya ditempatkan bersama hubungan pribadi dan pengalaman yang tidak selalu terlihat melalui karakter tersebut.

Ini Bukan Reuni Baru Para Pemeran Friends

Kelima pemeran utama Friends lainnya tidak memberikan wawancara baru untuk dokumenter ini. Dalam wawancara Page Six, Robertson menjelaskan bahwa mereka telah diundang, tetapi memilih tidak berpartisipasi. Ia menghormati keputusan tersebut dan mengingatkan bahwa setiap orang menjalani kehilangan dengan caranya sendiri.

Karena itu, ketidakhadiran mereka tidak perlu dibaca sebagai petunjuk adanya konflik. Format proyeknya memang bertumpu pada kesaksian orang-orang yang bersedia berbagi. Penonton sebaiknya datang untuk mengikuti potret kehidupan Perry, bukan mengharapkan acara reuni para pemeran sitkom.

Mary Robertson Tetap Ingin Memberi Tempat untuk Humor

Dalam wawancara PEOPLE menjelang perilisan, Robertson membicarakan keinginannya mempertahankan humor Perry. Ia mendapat kesan dari orang-orang terdekat bahwa sang aktor tentu ingin kisah tentang dirinya tetap mempunyai kelucuan. Dokumenter ini tidak hendak menghapus kepribadiannya hanya karena membahas kehilangan.

Robertson juga menjelaskan bahwa memoir Perry, Friends, Lovers, and the Big Terrible Thing, menjadi salah satu titik awal ketertarikannya. Sementara buku itu memberi ruang bagi suara Perry sendiri, dokumenternya mendekati kehidupan tersebut melalui pengalaman orang-orang yang menyayanginya.

Pilihan tersebut memberi kemungkinan nada yang lebih beragam. Ada tempat untuk mengingat masa sulit, tetapi juga kesempatan mengenang percakapan atau tingkah yang membuat seseorang tertawa. Kehidupan tidak selalu bisa dibagi rapi antara bagian menyenangkan dan menyedihkan; kadang keduanya melekat dalam kenangan yang sama.

Pembahasan Kecanduan Dibawa Lewat Pengalaman Orang Terdekat

Dalam percakapan di TODAY, Mia menjelaskan perubahan cara keluarga memahami apa yang dialami Perry. Semakin mereka mengerti, semakin mereka belajar mendampinginya, bukan hanya mencoba mengendalikan keadaan. Itu merupakan pengalaman keluarganya, bukan rumus sederhana untuk setiap orang yang menghadapi persoalan serupa.

Bagian ini membuat dokumenternya berpotensi terasa lebih berat daripada menonton kembali episode Friends. Ada pembahasan tentang kecanduan, kehilangan, dan perasaan orang-orang yang menyaksikan seseorang yang mereka sayangi melewati masa sulit.

Mengetahui arah pembahasannya membantu mengatur ekspektasi. Ini bukan kompilasi adegan lucu Chandler, meskipun humor tetap menjadi bagian penting. Penonton diajak mendekati kehidupan yang lebih rumit daripada karakter yang selama ini memberi mereka hiburan.

Jadwal Rilisnya 27 Oktober, Periksa Katalog Akun Indonesia

Netflix Media Center mencantumkan perilisan pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 GMT untuk Amerika Serikat. Waktu tersebut setara dengan pukul 14.00 WIB. Jadi, tanggal rilis hari ini tidak berarti dokumenternya otomatis sudah bisa diputar sejak pagi.

Jadwal tersebut juga belum menjadi bukti terpisah mengenai seluruh pengaturan akun Indonesia. Halaman katalog lokal belum berhasil diperiksa, sehingga ketersediaan episode serta pilihan subtitle bahasa Indonesia perlu dilihat langsung melalui aplikasi Netflix. Nama yang dicari adalah The One About Matthew Perry.

Daya tarik dokumenter ini berada pada kesempatan melihat Perry tanpa membatasinya pada satu peran. Chandler tetap menjadi bagian besar dari ingatan penonton, tetapi keluarga dan sahabatnya mengenal seseorang yang jauh lebih luas daripada itu. Cerita merekalah yang kini mendapat ruang untuk didengar.

← Semua berita