📰 Artikel

Mononoke Chapter III Tayang Hari Ini, Pertarungan Terakhir Medicine Seller Dimulai

29 Sep 2026 · oleh Anindya Prameswari
Mononoke Chapter III Tayang Hari Ini, Pertarungan Terakhir Medicine Seller Dimulai

Mononoke The Movie: Chapter III – The Curse of the Serpent resmi tayang hari ini, 29 September 2026, di Netflix. Film terbaru ini sekaligus menjadi bab penutup trilogi Mononoke yang membawa Medicine Seller kembali ke dalam Ōoku, tempat berbagai dendam dan emosi manusia perlahan berubah menjadi ancaman supernatural.

Kalau dua film sebelumnya terasa seperti potongan dari misteri yang lebih besar, Chapter III menjadi tempat banyak petunjuk akhirnya bertemu. Netflix bahkan menyebut musuh yang dihadapi Medicine Seller kali ini sebagai ancaman paling berbahaya yang pernah muncul dalam rangkaian film tersebut.

Mononoke Chapter III Sudah Tayang di Netflix

The Curse of the Serpent mulai tersedia secara global di Netflix pada 29 September 2026. Film ini melanjutkan cerita dari The Phantom in the Rain dan The Ashes of Rage, dua chapter sebelumnya yang juga berlatar di lingkungan Ōoku.

Buat yang belum mengikuti dua film awal, sebaiknya memang menonton secara berurutan. Beberapa konflik dan karakter di Chapter III punya hubungan dengan petunjuk yang sudah ditanam sejak bagian pertama.

Medicine Seller Kembali Menghadapi Mononoke

Seperti cerita Mononoke sebelumnya, tokoh utamanya tetap sosok misterius yang hanya dikenal sebagai Medicine Seller. Ia tidak sekadar memburu hantu, tetapi harus memahami bentuk, kebenaran, dan alasan di balik munculnya setiap mononoke sebelum bisa menghunus pedangnya.

Itulah yang membuat pertarungan di serial ini selalu terasa berbeda. Masalahnya bukan sekadar seberapa kuat lawannya, tetapi rahasia manusia apa yang tersembunyi di balik monster tersebut.

The Curse of the Serpent Fokus pada Midaidokoro

Trilogi film ini punya pola yang cukup menarik. Setiap chapter menyoroti perempuan dengan posisi berbeda di dalam sistem Ōoku, mulai dari pelayan baru sampai kelompok selir elite.

Di chapter ketiga, fokusnya bergeser ke Midaidokoro, perempuan dengan kedudukan tertinggi di lingkungan tersebut. Posisi yang semakin tinggi ternyata tidak membuat hidup menjadi lebih bebas. Justru tekanan, ambisi, dan konflik di sekelilingnya terasa semakin besar.

Semua Petunjuk Mulai Bertemu

Netflix menjelaskan bahwa petunjuk yang sudah disebar sejak chapter pertama mulai mendapatkan tempatnya di bagian akhir ini. Itu membuat film ketiga terasa bukan seperti cerita baru yang berdiri sendiri, tetapi benar-benar klimaks dari perjalanan di Ōoku.

Kalau masih ingat detail kecil dari dua film sebelumnya, kemungkinan ada cukup banyak momen yang terasa lebih berarti ketika akhirnya muncul lagi di sini.

Horor Mononoke Tetap Datang dari Emosi Manusia

Salah satu ciri khas Mononoke adalah monster tidak muncul begitu saja. Mononoke lahir dari emosi manusia, dendam, luka, dan keinginan yang terlalu lama dipendam.

Karena itu, meskipun visualnya penuh makhluk supernatural, film ini tetap terasa sangat manusiawi. Banyak bagian paling mengganggu justru berasal dari keputusan karakter dan hubungan mereka satu sama lain.

Visualnya Masih Jadi Daya Tarik Utama

Kalau sudah pernah menonton Mononoke, gaya visualnya pasti langsung mudah dikenali. Warna sangat kuat, tekstur seperti lukisan tradisional Jepang, pola dekoratif yang padat, dan gerakan animasi yang sengaja dibuat tidak realistis menjadi identitas utamanya.

Chapter III masih mempertahankan pendekatan tersebut. Ōoku terlihat indah, mewah, bahkan kadang terlalu cantik untuk sebuah tempat yang menyimpan begitu banyak konflik.

Hiroshi Kamiya Kembali sebagai Medicine Seller

Hiroshi Kamiya kembali menjadi pengisi suara Medicine Seller. Atsumi Tanezaki hadir sebagai Yukiko, sementara Miyu Irino mengisi suara Tenshi.

Jajaran pemain lainnya juga cukup besar, termasuk Kenjiro Tsuda, Yoshiko Sakakibara, Tomoyo Kurosawa, Yoko Hikasa, Haruka Tomatsu, Yuki Kaji, dan Jun Fukuyama.

Kenjiro Tsuda Jadi Salah Satu Nama yang Menarik

Buat penonton anime, nama Kenjiro Tsuda tentu sangat familiar. Ia mengisi suara Hokuto Mizorogi dalam film ini dan menjadi salah satu bagian penting dari konflik yang semakin besar di dalam Ōoku.

Kehadiran banyak voice actor berpengalaman membuat percakapan karakter terasa cukup kuat, terutama karena cerita Mononoke memang banyak mengandalkan dialog, tekanan psikologis, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Lagu Temanya Dibawakan AiNA THE END

Film ini menggunakan lagu tema berjudul No Epilogue yang dibawakan AiNA THE END. Judulnya terasa cukup pas untuk sebuah film yang secara resmi menjadi akhir dari trilogi.

Musik tetap menjadi bagian penting dari atmosfer Mononoke. Kombinasi visual yang penuh warna dengan suara dan musik yang terasa tidak nyaman menjadi salah satu alasan dunianya begitu mudah dikenali.

Apakah Harus Menonton Anime Lama?

Tidak wajib mengikuti seluruh serial TV Mononoke dari era 2000-an untuk memahami dasar trilogi film terbaru. Namun, penonton lama tentu punya hubungan yang lebih kuat dengan Medicine Seller dan aturan dunia supernaturalnya.

Yang lebih penting justru menonton dua chapter film sebelumnya. Karena ketiganya berbagi latar Ōoku dan membangun satu cerita besar, melewatkan bagian awal bisa membuat beberapa momen terasa kehilangan konteks.

Cocok Buat Penonton Horor yang Suka Sesuatu yang Berbeda

Mononoke bukan horor yang hanya mengandalkan jumpscare. Filmnya jauh lebih tertarik pada atmosfer, misteri, psikologi karakter, dan visual yang kadang terasa seperti mimpi buruk yang sangat indah.

Kalau kamu suka anime misteri, supernatural, atau horror psikologis yang tidak terlalu konvensional, trilogi ini cukup layak dicoba.

Trilogi Mononoke Resmi Sampai di Akhir

Mononoke The Movie: Chapter III – The Curse of the Serpent sekarang sudah bisa ditonton di Netflix. Medicine Seller kembali membawa pedangnya, tetapi seperti biasa, sebelum bertarung ia harus menemukan kebenaran yang bersembunyi di balik mononoke.

Buat yang sudah mengikuti sejak The Phantom in the Rain, hari ini akhirnya menjadi waktunya melihat bagaimana seluruh misteri Ōoku ditutup. Dan melihat reputasi lawan terakhirnya, perjalanan Medicine Seller jelas tidak akan selesai dengan mudah.

← Semua berita