Netflix Ganti Bos Konten, Peter Rice Ambil Alih Mulai 26 Oktober

Biasanya kabar besar Netflix datang lewat trailer, pengumuman musim baru, atau film yang mendadak ramai dibicarakan. Kali ini, perubahan penting justru terjadi di belakang layar. Orang yang akan memimpin pengembangan film, serial, dan berbagai program Netflix sedang berganti.
Pada 15 Oktober 2026, Netflix mengumumkan Peter Rice sebagai Chief Content Officer baru, menggantikan Bela Bajaria yang meninggalkan perusahaan setelah hampir satu dekade. Rice dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada 26 Oktober. Jadi, ini bukan sekadar perpindahan seorang produser untuk mengerjakan satu film, melainkan perubahan kepemimpinan yang menjangkau keseluruhan organisasi konten Netflix.
Buat penonton, nama Rice mungkin tidak seakrab para aktor yang muncul di halaman depan aplikasi. Namun, perjalanan kariernya bersinggungan dengan banyak film dan jaringan televisi terkenal. Latar itulah yang membuat kedatangannya menarik diperhatikan, terutama ketika Netflix terus mencari cerita yang bisa membuat orang betah menonton dan membicarakannya setelah selesai.
Peter Rice Akan Mengurus Lebih dari Film dan Serial
Menurut pengumuman resmi Netflix, tanggung jawab Rice mencakup organisasi konten global. Wilayah kerjanya meliputi serial dengan naskah, program nonfiksi dan hiburan tanpa naskah, film, acara langsung, serta berbagai program lain di seluruh kawasan.
Dengan cakupan seperti itu, pekerjaannya tidak terbatas pada menentukan proyek Hollywood berikutnya. Ia akan memimpin tim yang berhubungan dengan beragam jenis tontonan dan penonton. Film berdurasi dua jam, serial panjang, acara kompetisi, dan pertunjukan langsung tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Dalam penjelasannya, Ted Sarandos menyoroti pengalaman Rice mengelola bisnis hiburan berskala besar dan hubungannya dengan para kreator. Netflix melihat kombinasi kemampuan operasional serta pemahaman film dan televisi sebagai alasan penting di balik penunjukan tersebut.
Pernah Berada di Balik Film-Film yang Punya Karakter Kuat
Salah satu bagian menarik dari karier Rice adalah masanya memimpin Fox Searchlight Pictures. Di sana, ia terlibat dalam perjalanan film seperti Slumdog Millionaire, Juno, Little Miss Sunshine, dan Sideways. Judul-judul tersebut mempunyai cerita dan kepribadian yang berbeda satu sama lain.
Daftar itu memberi gambaran bahwa pengalamannya tidak hanya berkaitan dengan waralaba besar. Ada film keluarga yang tidak biasa, komedi dengan persoalan personal, hingga drama yang tumbuh dari hubungan antarmanusia. Bagi pembaca yang menyukai tontonan di luar pola blockbuster, bagian karier Rice ini mungkin justru paling mudah dikenali.
Namun, rekam jejak tersebut belum berarti Netflix akan langsung meniru pola Fox Searchlight. Itu merupakan latar pengalaman yang dibawa Rice, bukan daftar kebijakan baru yang sudah diumumkan. Arah pekerjaannya di Netflix tetap perlu dilihat melalui keputusan yang benar-benar muncul setelah ia mulai bertugas.
Pengalamannya Juga Mencakup Televisi dalam Skala Besar
Rice kemudian menjalankan peran penting di Fox dan Disney. Dalam struktur yang diumumkan Disney pada 2020, ia memimpin General Entertainment Content, dengan cakupan yang meliputi sejumlah studio televisi, ABC News, Disney Channels, Freeform, FX, dan National Geographic.
Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan kebutuhan yang sangat beragam. Program berita tidak dikelola seperti serial drama, sementara acara keluarga mempunyai kebutuhan berbeda dari tontonan dewasa. Menghubungkan semua itu dalam satu organisasi menjadi bagian dari pekerjaan yang pernah ia jalani.
Di Netflix, tantangannya juga tidak sesederhana memilih satu genre yang sedang laku. Penonton datang dengan kebiasaan, bahasa, dan selera yang berbeda. Menjaga pilihan tetap beragam sambil mencari judul yang bisa menonjol menjadi persoalan yang menarik untuk diikuti dalam masa kepemimpinannya nanti.
Belakangan Rice Kembali Dekat dengan Produksi Film
Setelah meninggalkan Disney, Rice bekerja sebagai produser dalam sejumlah proyek film. Pemberitaan TheWrap mencatat keterlibatannya pada Saturday Night, Warfare, 28 Years Later, dan 28 Years Later: The Bone Temple. Artinya, beberapa tahun terakhirnya tidak hanya dihabiskan dalam pekerjaan manajemen perusahaan.
Pengalaman menjadi produser memberi sisi lain dari perjalanan tersebut: bekerja lebih dekat dengan kebutuhan sebuah proyek dan orang-orang yang membuatnya. Latar itu bisa berguna ketika ia harus menjembatani keinginan kreator dengan keputusan organisasi yang lebih besar.
Tetap perlu dibedakan antara riwayat pekerjaan seseorang dan kepemilikan filmnya. Bergabungnya Rice ke Netflix tidak otomatis membuat semua film yang pernah ia tangani pindah ke layanan tersebut. Pengumuman ini membahas jabatan barunya, bukan perpindahan katalog dari studio lain.
Bela Bajaria Meninggalkan Jejak yang Luas
Bajaria bergabung dengan Netflix pada 2016 dan menjadi Chief Content Officer pada Januari 2023. Sebelum mencapai posisi tersebut, pekerjaannya berkembang dari program tanpa naskah dan kerja sama produksi menuju kepemimpinan konten yang lebih luas.
Dalam laporan Variety, periode kepemimpinannya dikaitkan dengan sejumlah judul populer, termasuk Bridgerton, Squid Game, Wednesday, dan Beef. Ia juga menjadi bagian dari perluasan Netflix menuju acara langsung serta kerja sama dengan organisasi seperti WWE dan NFL.
Sarandos memberi penghargaan atas perubahan yang dibawa Bajaria, terutama perluasan jenis program dan pembentukan tim konten global. Pergantian ini karena itu bukan sekadar mengganti satu nama di struktur perusahaan. Ada organisasi dan hubungan kreatif yang sudah dibangun selama bertahun-tahun untuk diteruskan.
Perubahan Datang di Tengah Penataan Ulang Perusahaan
Pemberitaan Variety dan TheWrap menempatkan pergantian ini dalam konteks perubahan yang lebih besar. Netflix juga melakukan pengurangan sekitar 1.000 pekerja pada pekan yang sama, atau kurang lebih enam persen tenaga kerjanya.
Meski berlangsung berdekatan, pengumuman resmi penunjukan Rice tidak menjelaskan secara terperinci alasan kepergian Bajaria. Karena itu, belum tepat menyederhanakannya menjadi akibat kegagalan satu film atau serial tertentu. Yang sudah diketahui adalah adanya pergantian pimpinan konten di tengah penataan organisasi.
Dalam memo kepada pekerja yang diberitakan Deadline, Sarandos menyampaikan keinginan meningkatkan kekuatan jajaran program, terutama menghasilkan tayangan yang bisa menarik perhatian besar dan memicu percakapan. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa tantangannya bukan cuma menyediakan banyak pilihan, tetapi membuat pilihan itu benar-benar terasa penting bagi penonton.
Apa Artinya bagi Film dan Serial yang Kita Tunggu?
Untuk sekarang, pergantian ini belum disertai daftar pembatalan serial, perubahan jadwal film, atau pengumuman khusus katalog Indonesia. Tidak ada dasar untuk langsung menyimpulkan bahwa musim lanjutan sebuah judul akan dihentikan hanya karena pimpinan kontennya berganti.
Hal yang lebih masuk akal untuk diperhatikan adalah keputusan setelah Rice mulai bekerja: proyek apa yang mendapat dukungan, kreator mana yang menjalin kerja sama, dan bagaimana Netflix menyeimbangkan film, serial, serta acara langsung. Di situlah arah barunya akan terlihat secara nyata.
Bagi penonton, ukuran akhirnya tetap sederhana. Nama besar di belakang layar baru terasa berarti ketika menghasilkan tontonan yang ingin kita mulai, selesaikan, lalu rekomendasikan kepada orang lain. Peter Rice akan memasuki pekerjaan barunya pada 26 Oktober; hasilnya akan dibaca melalui cerita-cerita yang kemudian sampai ke layar.
