๐Ÿ“ฐ Artikel

Other Mommy Puncaki Box Office, Nilai Penontonnya Justru D+

12 Oct 2026 ยท oleh Anindya Prameswari
Other Mommy Puncaki Box Office, Nilai Penontonnya Justru D+

Menjadi film paling laris ternyata belum tentu berarti paling disukai. Other Mommy sedang berada dalam situasi tersebut: film horor yang dibintangi Jessica Chastain ini memimpin box office Amerika Utara, tetapi penonton yang mengikuti survei pada malam pembuka justru memberinya nilai D+.

Dua hasil yang bertolak belakang itu membuat Other Mommy menarik dibahas pada awal pekan ini. Berdasarkan estimasi yang diumumkan Minggu, 11 Oktober 2026, film tersebut mengumpulkan US$27,5 juta selama akhir pekan pertamanya di Amerika Serikat dan Kanada. Pendapatannya cukup untuk menempatkan film ini di atas sejumlah judul yang sudah lebih dahulu beredar.

Namun, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah filmnya bisa menarik orang datang. Angka pembukaannya sudah menjawab itu. Tantangan yang sekarang menunggu adalah apakah rasa penasaran tersebut bisa bertahan setelah penonton mulai membagikan pengalaman mereka.

Langsung Memimpin pada Akhir Pekan Pertama

Other Mommy membuka penayangannya di 3.365 bioskop Amerika Utara. Laporan Boxoffice Pro menempatkannya di posisi pertama untuk periode 9โ€“11 Oktober 2026, dengan pendapatan sekitar US$27,5 juta. Jika digabungkan dengan pasar internasional, pembukaan globalnya mencapai sekitar US$45,2 juta.

Angka tersebut masih merupakan estimasi akhir pekan, bukan laporan final seluruh penjualan tiket. Namun, jaraknya dengan film lain sudah cukup besar untuk memperlihatkan siapa yang memimpin persaingan. Other Mommy datang sebagai rilisan baru yang langsung mengambil perhatian di loket bioskop.

Penting juga membedakan wilayah penghitungan ini. Posisi pertama tersebut merujuk pada pasar Amerika Serikat dan Kanada, bukan daftar film terlaris di Indonesia. Pendapatan globalnya pun merupakan gabungan beberapa pasar, sehingga tidak bisa dibaca sebagai pencapaian dari satu negara saja.

Kenapa CinemaScore D+ Jadi Sorotan?

CinemaScore mengumpulkan penilaian dari penonton bioskop pada malam pembukaan. Jadi, nilai D+ milik Other Mommy bukan skor yang diberikan satu kritikus, melainkan hasil survei terhadap sebagian penonton yang sudah membeli tiket dan menyaksikan filmnya.

Di sinilah muncul perbedaan antara keberhasilan menarik penonton dan kepuasan setelah menonton. Orang membeli tiket sebelum mengetahui apakah filmnya akan sesuai dengan harapan. Karena itu, pembukaan yang besar tetap bisa berjalan beriringan dengan penilaian yang rendah.

Meski begitu, hasil survei tersebut juga bukan suara seluruh penonton dunia. Selera penggemar horor bisa berbeda, termasuk soal jenis ketakutan, tempo cerita, dan seberapa banyak kejutan yang mereka cari. Nilai D+ menjadi informasi penting untuk mengatur ekspektasi, tetapi bukan keputusan yang harus diikuti semua orang.

Jessica Chastain Memainkan Dua Sosok yang Bertolak Belakang

Premis Other Mommy berpusat pada Bela, seorang anak perempuan yang berhubungan dengan sosok misterius di rumahnya. Yang membuat situasinya mengganggu, makhluk tersebut memiliki penampilan sangat mirip dengan ibu kandungnya. Wajah yang seharusnya terasa akrab justru berubah menjadi sumber ancaman.

Jessica Chastain memainkan dua peran sekaligus: ibu Bela dan sosok yang disebut Other Mommy. Arabella Olivia Clark memerankan Bela, sementara Jay Duplass menjadi ayahnya. Pemeran pendukungnya mencakup Dichen Lachman, Arian Moayed, dan Karen Allen.

Dari sinopsis resminya, film ini menempatkan hubungan keluarga sebagai pusat teror. Ancaman tidak hanya datang dari sesuatu yang asing, tetapi juga dari sosok yang menyerupai orang terdekat. Tanpa membongkar kejutan cerita, konsep tersebut sudah memberi alasan kenapa pilihan pemeran gandanya menjadi bagian penting dari promosi film.

Diadaptasi dari Novel, Digarap Tim yang Dekat dengan Horor

Other Mommy diangkat dari novel Incidents Around the House karya Josh Malerman. Nathan Elston menangani adaptasi skenarionya, sementara Rob Savage duduk sebagai sutradara. James Wan menjadi produser melalui proyek Blumhouse Atomic Monster ini.

Savage sebelumnya menggarap Host dan The Boogeyman, dua judul yang juga bermain dengan ancaman supernatural. Latar tersebut memberi konteks tentang orang-orang di balik film, meskipun tentu tidak otomatis menjamin penonton akan menyukai hasil akhirnya.

Bagi pembaca novelnya, adaptasi ini juga membawa pertanyaan tentang bagaimana ketakutan dalam tulisan diterjemahkan menjadi gambar dan suara. Cerita yang terasa mengganggu ketika dibaca belum tentu bekerja dengan cara yang sama di layar. Perbedaan medium itulah yang membuat adaptasi horor selalu punya tantangan tersendiri.

Ulasan Kritikus Juga Tidak Sepenuhnya Bersahabat

Respons kurang menggembirakan tidak hanya datang dari survei penonton. Dalam ulasannya pada 9 Oktober, The Guardian mengkritik cerita yang dianggap kurang padu dan penggunaan kejutan yang terlalu dominan. Namun, ulasan tersebut tetap mencatat kemampuan Chastain membawakan dua sisi karakter yang berbeda.

Penilaian itu membantu menjelaskan mengapa film ini bisa memancing reaksi yang tidak seragam. Ada daya tarik pada konsep dan penampilan pemain, tetapi pelaksanaan ceritanya belum tentu memenuhi harapan semua orang. Ini merupakan pandangan kritikus tersebut, bukan kesimpulan bahwa setiap penonton akan mengalami hal yang sama.

Buat yang tertarik menonton, posisi paling masuk akal adalah datang dengan ekspektasi yang sesuai. Other Mommy memang sedang memimpin penjualan tiket, tetapi status itu tidak sama dengan jaminan bahwa ceritanya akan menjadi horor favoritmu tahun ini.

The Social Reckoning Membuka dengan Angka Lebih Kecil

Akhir pekan yang sama juga menjadi awal penayangan The Social Reckoning. Film yang ditulis dan disutradarai Aaron Sorkin itu membuka penjualan tiket Amerika Utara dengan sekitar US$5,5 juta, jauh di bawah pendapatan Other Mommy.

Sementara itu, Verity berada di posisi kedua dengan sekitar US$11,5 juta. Resident Evil menyusul dengan sekitar US$8,4 juta, lalu Heart of the Beast mengumpulkan sekitar US$7,1 juta. Susunan tersebut memperlihatkan bahwa film-film bernuansa ancaman, ketegangan, dan bertahan hidup mengisi posisi atas pada akhir pekan ini.

Tetapi satu akhir pekan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa penonton hanya menginginkan satu genre. Jadwal perilisan, jumlah bioskop, dan umur penayangan setiap film berbeda. Yang bisa dipastikan dari angka tersebut adalah Other Mommy memenangkan persaingan pada pembukaan kali ini.

Sudah Masuk Pilihan Bioskop Indonesia

Untuk pembaca Indonesia, Other Mommy sudah tercantum pada halaman penayangan Cinema XXI dan daftar film Oktober yang diumumkan CGV. Jadi, keberadaannya di pasar lokal tidak hanya didasarkan pada tanggal rilis Amerika Serikat. Jadwal dan lokasi penayangannya tetap perlu diperiksa melalui jaringan bioskop yang digunakan.

Listing film di Apple TV mencantumkan durasi sekitar 93 menit. Durasi itu membuatnya relatif ringkas, tetapi jangan menganggapnya sebagai tontonan keluarga hanya karena ceritanya melibatkan seorang anak. Other Mommy sejak awal dipromosikan sebagai film horor tentang ancaman supernatural terhadap sebuah keluarga.

Untuk saat ini, ceritanya di luar layar hampir sama menariknya dengan premis film: tiket terjual kuat, sementara penilaian penonton tidak mengikuti arah yang sama. Pekan kedua akan menjadi ujian berikutnya. Apakah rasa penasaran masih cukup kuat, atau respons setelah menonton mulai memengaruhi penjualannya?

โ† Semua berita