📰 Artikel

Poster Narnia Baru Rilis, Greta Gerwig Bawa Kisah Asal-Usulnya

13 Oct 2026 · oleh Anindya Prameswari
Poster Narnia Baru Rilis, Greta Gerwig Bawa Kisah Asal-Usulnya

Kembali ke Narnia kali ini bukan berarti langsung mengikuti petualangan melalui sebuah lemari. Greta Gerwig justru mengajak penonton mundur lebih jauh, menuju masa ketika dunia itu baru terbentuk. Arah tersebut mulai terlihat lewat poster baru Narnia: The Magician’s Nephew yang diperkenalkan Netflix pada 12 Oktober 2026.

Alih-alih menampilkan barisan karakter dalam pose perang, poster ini memilih gambaran yang lebih sederhana: siluet singa besar, hamparan bintang, dan seekor kuda bersayap yang membawa dua penunggang. Tulisan singkat “A Universe Begins” memperjelas bahwa filmnya akan bercerita tentang sebuah permulaan, bukan sekadar melanjutkan perjalanan yang sudah dikenal.

Pengumuman tersebut juga menjadi pengantar menuju trailer pertama. Buat yang penasaran seperti apa Narnia di tangan sutradara Barbie dan Little Women, materi terbaru ini memberi alasan untuk memperhatikan bukan hanya siapa pemainnya, tetapi juga bagaimana Gerwig membangun kembali dunianya.

Poster Baru Menempatkan Aslan di Pusat Cerita

Siluet Aslan menjadi elemen terbesar dalam poster. Di dalam dan sekeliling bentuknya terdapat cahaya serta bintang, sementara dua penunggang di atas kuda bersayap terlihat kecil di tengah ruang yang luas. Perbandingan ukuran itu membuat gambarnya terasa seperti undangan memasuki dunia yang belum dikenal.

Secara visual, pilihan tersebut cocok dengan cerita tentang penciptaan Narnia. Poster tidak berusaha menjelaskan seluruh konflik atau memperkenalkan setiap pemain sekaligus. Fokusnya justru pada rasa takjub: ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada dua anak yang sedang memulai petualangan.

Tentu saja, poster belum cukup untuk menilai hasil akhir sebuah film. Namun, materi ini sudah memperlihatkan jenis kesan yang ingin dibangun dalam promosinya. Gerwig tidak hanya menjual kembalinya sebuah nama besar, tetapi juga kesempatan melihat bagian cerita yang belum menjadi pusat film-film Narnia sebelumnya.

Ceritanya Dimulai Sebelum Petualangan yang Lebih Dikenal

The Magician’s Nephew diadaptasi dari novel C. S. Lewis yang terbit pada 1955. Walaupun bukunya terbit setelah The Lion, the Witch and the Wardrobe, urutan kejadiannya berada lebih awal. Cerita inilah yang menjelaskan bagaimana perjalanan antara dunia manusia dan Narnia pertama kali bermula.

Dalam novelnya, dua anak bernama Digory dan Polly menemukan persoalan besar melalui eksperimen Paman Andrew. Cincin ajaib membawa mereka meninggalkan dunia yang dikenal, lalu memasuki tempat yang menghubungkan berbagai dunia. Rasa ingin tahu yang awalnya terlihat seperti petualangan anak-anak segera berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berisiko.

Penjelasan di situs resmi C. S. Lewis juga menyoroti sikap Paman Andrew, yang ingin memperoleh pengetahuan tanpa menanggung sendiri bahayanya. Unsur itu memberi cerita konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: orang dewasa mengambil keputusan, sementara anak-anak justru harus menghadapi akibatnya.

Digory dan Polly Jadi Pusat Petualangan

David McKenna memerankan Digory Kirke, sedangkan Beatrice Campbell menjadi Polly Plummer. Keduanya ditempatkan sebagai tokoh muda di tengah jajaran pemain yang lebih dikenal. Daniel Craig memainkan Paman Andrew, sementara Emma Mackey tampil sebagai Jadis.

Carey Mulligan, Ciarán Hinds, Kobna Holdbrook-Smith, Denise Gough, dan Susan Wokoma juga tercantum dalam jajaran pemeran. Susunannya mempertemukan wajah-wajah baru dengan aktor berpengalaman, tetapi pusat petualangannya tetap berada pada dua anak yang harus memahami dunia asing di depan mereka.

Pilihan sudut pandang itu memberi ruang bagi penonton baru. Kita tidak harus memulai dengan memahami seluruh sejarah Narnia, karena tokoh utamanya pun sedang mencari tahu. Rasa bingung, penasaran, dan kagum dapat tumbuh bersama perjalanan Digory serta Polly, bukan datang melalui penjelasan panjang sejak awal.

Meryl Streep Menjadi Suara Aslan

Salah satu keputusan casting yang paling menonjol adalah keterlibatan Meryl Streep sebagai pengisi suara Aslan. Dalam wawancara Empire yang diberitakan pada September, Gerwig menjelaskan bahwa ia mencari sosok yang mampu menghadirkan kedalaman dan wibawa tanpa kehilangan kehangatan.

Gerwig juga menginginkan perpaduan pengalaman hidup dengan rasa ingin tahu seperti anak-anak. Dari penjelasan tersebut, Aslan tidak sedang dibangun hanya sebagai figur yang besar dan mengintimidasi. Ada sisi kegembiraan serta kelembutan yang ingin ikut dibawa melalui suaranya.

Itu menjadi pilihan penting karena suara akan menentukan bagaimana penonton berhubungan dengan karakter tersebut. Bentuk visual dapat memberi kesan megah, tetapi cara Aslan berbicara dan hadir bersama karakter lain akan ikut menentukan apakah kebesarannya terasa dekat atau justru berjarak.

Terinspirasi Musik Rock, tetapi Bukan Berarti Jadi Film Musikal

Arah kreatif Gerwig juga mengambil inspirasi dari musik yang dekat dengannya, termasuk karya David Bowie dan sejumlah musisi rock lainnya. Dalam pembicaraan tentang film ini, ia menghubungkan gagasan tersebut dengan Aslan yang menyanyikan dunia Narnia hingga hidup.

Pemberitaan mengenai wawancara Empire menjelaskan bahwa latar dunia manusia dipindahkan ke Inggris pada 1950-an. Sementara itu, pengaruh estetika glam dan musik dekade berikutnya menjadi bagian dari cara Gerwig membayangkan perjalanan menuju dunia lain. Perubahan ini menunjukkan bahwa ia tidak sedang mengejar adaptasi yang seluruh tampilannya mengikuti gambaran lama.

Namun, istilah “rock opera” yang digunakan untuk menjelaskan inspirasinya tidak otomatis berarti film ini menjadi musikal. Musik dan para musisi tersebut berfungsi sebagai pengaruh suasana serta desain. Jadi, belum tepat membayangkan semua karakter akan menyampaikan dialog lewat lagu hanya berdasarkan istilah itu.

Bioskop Lebih Dulu, Netflix Menyusul

Netflix Tudum mencantumkan jadwal penayangan bioskop pada 12 Februari 2027, dengan pemutaran awal khusus IMAX mulai 10 Februari. Setelah periode bioskop, filmnya dijadwalkan hadir di Netflix pada 2 April 2027.

Artinya, rilis poster pekan ini bukan tanda bahwa filmnya sudah bisa langsung ditonton. Masih ada beberapa bulan menuju penayangan. Bagi pembaca Indonesia, tanggal bioskop global tersebut juga belum cukup untuk memastikan jaringan bioskop dan kota mana saja yang akan menayangkannya.

Pola perilisan itu memberi dua kesempatan berbeda untuk menikmati film: melalui layar bioskop terlebih dahulu atau menunggu penayangan Netflix. Keputusan tempat menonton nantinya bisa disesuaikan dengan jadwal lokal yang benar-benar diumumkan, tanpa perlu menganggap semua wilayah mempunyai pengaturan yang persis sama.

Trailer Pertama Jadi Hal Berikutnya yang Ditunggu

NarniaWeb, mengacu pada hitung mundur situs resmi film, melaporkan jadwal trailer pertama pada 13 Oktober pukul 14.00 waktu Eastern Amerika Serikat. Untuk pembaca di WIB, waktunya menjadi Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 01.00.

Trailer itu akan memberi bahan yang lebih lengkap untuk melihat bagaimana konsep Gerwig bekerja dalam gambar bergerak. Hal yang menarik diperhatikan bukan hanya penampilan Aslan, tetapi juga hubungan Digory dan Polly, suasana dunia manusia, serta perubahan ketika mereka memasuki tempat yang asing.

Poster barunya sudah memperkenalkan Narnia sebagai dunia yang sedang lahir. Kini, tantangannya adalah membuat permulaan tersebut terasa berarti bagi penonton yang baru pertama mengenalnya sekaligus mereka yang sudah lama menyimpan hubungan dengan cerita C. S. Lewis.

← Semua berita