📰 Artikel

Venice Film Festival 2026 Memanas, 7 Film Curi Perhatian

8 Sep 2026 · oleh Anindya Prameswari
Venice Film Festival 2026 Memanas, 7 Film Curi Perhatian
Venice Film Festival 2026 Memanas, 7 Film Curi Perhatian

Dari Ink hingga Possible Love, sederet premiere di Venice mulai mencuri perhatian dan memanaskan persaingan menuju musim penghargaan.

nonton gratis merangkum tujuh film yang paling mencuri perhatian di Venice Film Festival 2026, festival film internasional tertua di dunia yang kembali digelar di Lido, Venesia, pada 2–12 September. Memasuki edisi ke-83, festival tahun ini menjadi salah satu titik awal penting menuju awards season. Sejumlah film datang dengan nama besar di belakang layar, sebagian memperoleh sambutan panjang dari penonton, sementara beberapa judul lain baru menjalani premiere dan langsung memancing perbincangan.

1. Ink

Venice tahun ini dibuka lewat Ink karya Danny Boyle. Film adaptasi dari drama panggung James Graham tersebut membawa penonton ke Inggris tahun 1969, ketika Rupert Murdoch mengambil alih The Sun dan bekerja bersama editor Larry Lamb untuk mengubah wajah tabloid Inggris. Guy Pearce memerankan Murdoch, sedangkan Jack O'Connell menjadi Lamb. Claire Foy juga masuk dalam jajaran pemain utama.

Sebagai film pembuka, Ink memiliki tugas berat karena harus menentukan nada awal festival. Boyle memilih materi yang dekat dengan persoalan media, kekuasaan, kelas, dan bagaimana berita dibentuk untuk mengejar perhatian publik. Tema itu terasa relevan di era digital, meski latarnya berada lebih dari lima dekade lalu.

2. Wild Horse Nine

Salah satu sambutan paling meriah sejauh ini datang untuk Wild Horse Nine karya Martin McDonagh. Film tersebut memperoleh standing ovation belasan menit setelah pemutaran perdananya, membuatnya langsung masuk percakapan awal mengenai musim penghargaan. Ceritanya mengikuti dua agen CIA yang menjalankan misi di Chile pada 1973 sebelum perjalanan mereka membawa cerita menuju Easter Island.

Sam Rockwell, John Malkovich, Steve Buscemi, dan Parker Posey berada dalam jajaran pemain. McDonagh kembali memainkan wilayah yang sudah akrab baginya: humor gelap, karakter dengan moral rumit, serta percakapan yang perlahan membuka luka lama. Respons awal di Venice membuat Wild Horse Nine menjadi salah satu judul yang paling sering disebut tahun ini.

3. Primetime

Robert Pattinson juga mencuri perhatian melalui Primetime, film debut fiksi panjang sutradara Lance Oppenheim. Pattinson memerankan presenter televisi Chris Hansen dalam kisah yang terinspirasi fenomena To Catch a Predator dan budaya televisi sensasional pada pertengahan 2000-an. Pemutaran di Venice mendapat standing ovation sekitar sembilan menit.

Menariknya, Pattinson awalnya terlibat sebagai produser sebelum akhirnya mengambil peran utama. Film ini tidak hanya membicarakan operasi penjebakan yang menjadi tontonan populer, tetapi juga menyoroti batas tipis antara jurnalistik, hiburan, ambisi, dan eksploitasi. Dengan materi kontroversial serta figur nyata sebagai pusat cerita, Primetime berpotensi terus memancing diskusi setelah festival berakhir.

4. Possible Love

Dari Korea Selatan, Possible Love menjadi salah satu comeback yang paling dinantikan. Lee Chang-dong kembali dengan film panjang pertamanya sejak Burning pada 2018. Ceritanya mengikuti empat orang yang hubungan dan kehidupannya saling berpotongan, memaksa mereka menghadapi pertanyaan tidak nyaman mengenai cinta, komitmen, dan pilihan hidup.

Jeon Do-yeon, Sul Kyung-gu, Zo In-sung, dan Cho Yeo-jeong menjadi bagian penting dari drama tersebut. Premiere-nya mendapat sambutan sekitar enam menit dan menarik perhatian karena Lee dikenal sebagai pembuat film yang jarang merilis karya tetapi konsisten membawa drama karakter berlapis.

5. Oasis: Don't Look Back in Anger

Nuansa festival berubah lebih riuh ketika Oasis: Don't Look Back in Anger hadir. Dokumenter ini merekam reuni Liam dan Noel Gallagher dalam Oasis Live '25, lengkap dengan rekaman panggung, latihan, perjalanan di belakang layar, serta wawancara dengan kakak-beradik yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki hubungan penuh konflik.

Will Lovelace dan Dylan Southern menyutradarai dokumenter tersebut, sementara Steven Knight membentuk struktur ceritanya. Premiere Venice mendapat sambutan sekitar delapan menit dan berubah menjadi momen yang terasa seperti konser ketika penggemar ikut larut dalam atmosfer Oasis. Bagi penonton Britpop, film ini menawarkan nostalgia sekaligus kesempatan melihat dua figur ikonik kembali bekerja bersama.

6. Bunker

Bunker menjadi salah satu judul kompetisi yang paling dinanti pada 8 September. Florian Zeller mempertemukan pasangan nyata Javier Bardem dan Penélope Cruz sebagai suami istri yang hubungannya mulai terguncang setelah sang suami, seorang arsitek sukses, menerima proyek membangun bunker survival untuk seorang miliarder teknologi.

Premisnya menggabungkan drama pernikahan dengan kecemasan zaman modern: ketimpangan kekayaan, paranoia kaum superkaya, ancaman lingkungan, dan obsesi untuk bertahan ketika dunia terasa tidak stabil. Stephen Graham dan Paul Dano juga berada dalam jajaran pemain. Karena Zeller dikenal lewat drama psikologis yang berfokus pada hubungan manusia, Bunker menjadi salah satu film yang paling memancing rasa penasaran.

7. Musk

Pada hari yang sama, Venice juga memutar Musk, dokumenter hampir empat jam karya Alex Gibney mengenai Elon Musk. Dengan durasi sekitar tiga jam 52 menit, film tersebut mencoba membongkar figur salah satu miliarder teknologi paling berpengaruh di dunia melalui pendekatan dokumenter investigatif.

Gibney dikenal lewat dokumenter yang tidak takut membedah kekuasaan, institusi, dan figur kontroversial. Dalam proyek ini, ia menempatkan Musk bukan hanya sebagai pengusaha teknologi, tetapi sebagai sosok dengan pengaruh besar terhadap industri, komunikasi, politik, dan budaya internet. Musk sendiri tidak terlibat dalam wawancara untuk film tersebut.

Venice Mulai Memanaskan Persaingan Awards Season

Venice Film Festival sering menjadi pintu pertama menuju pembicaraan Oscar, tetapi standing ovation panjang tidak otomatis berarti sebuah film akan memenangkan Golden Lion atau mendominasi awards season. Reaksi festival dapat berubah ketika ulasan lebih luas muncul dan film bertemu penonton umum.

Namun sampai 8 September, beberapa pola sudah terlihat. Wild Horse Nine mendapat respons emosional besar, Primetime membuat Pattinson kembali masuk percakapan akting, Possible Love menguatkan posisi Lee Chang-dong sebagai auteur Asia yang diperhatikan, sementara Bunker dan Musk membawa tema kecemasan modern yang sangat dekat dengan kondisi dunia sekarang.

Dengan festival masih berlangsung sampai 12 September, daftar film yang mencuri perhatian masih mungkin berubah. Justru itulah daya tarik Venice Film Festival 2026: setiap premiere bisa melahirkan kandidat penghargaan baru, kejutan kritik, atau film yang tiba-tiba menjadi pembicaraan dunia. Dari politik media dalam Ink hingga hubungan manusia dalam Possible Love, Venice tahun ini memperlihatkan bahwa film besar tidak harus berbicara tentang hal yang sama untuk mendapatkan perhatian.

← Semua berita